Sosok Yang Terlupakan

1532 Kata

PSD 51 Sinar lampu yang menyoroti pekarangan depan rumah, mengalihkan perhatian Hamdi dari aktivitas. Pria itu mencabut kabel setrika dan berdiri. Jalan ke pintu dan membuka benda besar itu seraya menyunggingkan senyuman. "Macet, ya?" tanya Hamdi sembari menyalami Rahagi dan Usep yang memasuki ruangan dengan membawa kantung plastik besar di tangan masing-masing. "Banget," sahut Rahagi sambil menghempaskan tubuh ke kursi memijat pergelangan tangan kanan yang belakangan makin sering sakit, terutama sejak pertempuran terakhir dengan Adam. "Teteh nungguin dari tadi, tapi sekarang kayaknya udah tidur." Tanpa diminta Hamdi beranjak ke meja makan dan menuangkan teh hangat ke dua cangkir dan membawanya ke ruang tamu serta meletakkan kedua benda tersebut ke atas meja. Rahagi manggut-mangg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN