Mata Syaren mulai berkaca-kaca saat melihat tiga orang dewasa berdiri tepat sekitar 3 atau 4 meter di depannya. Melihat mereka malah membuat hatinya semakin tak tenang dan ia juga malah menjadi yakin kalau yang Dinda katakan memang benar adanya. Rafael benar pergi meninggalkannya. Ketiga orang dewasa di hadapan Syaren juga nampak terlihat sangat kaget saat melihat Syaren. Syaren berjalan dengan langkah cepat, pura-pura tak melihat dan berjalan melewati Ayah, Ibu dan Pamannya. Tap tap tap. Grep. Sang Ayah tiba-tiba saja memegang siku lengannya hingga membuat Syaren menoleh. "Kamu mau kemana? Kenapa kamu ada di sini?" tanya Darren. Bukannya menjawab Syaren malah melepas tangan Sang Ayah di siku lengannya. Air mata mulai tumpah membasahi pipinya tak tahan, ia benar-benar kecewa pada A

