Grep! Rendi berhasil memegang pergelangan tangan Syaren setelah berlarian. "Aku ... aku ... gak mau pul,-" "Aku tau apa yang kamu rasain, aku juga sama kaya kamu, menyayangkan hal begini terjadi, tapi jangan pernah berpikiran untuk sendirian, kalau mau nangis ... ayo, kita nangis sama- sama," ucap Rendi. Syaren mengatupkan bibir, menahan agar air mata tak tumpah lagi. "Kamu tunggu di sini ya, jangan kemana-mana, aku ambil motor dulu," ucap Rendi. Syaren mengangguk pelan mengiyakan. Rendi lalu berjalan ke arah kiri hendak mengambil motornya. "Syaren?" panggil Alfa tiba-tiba setelah Rendi melangkah jauh. Syaren enggan menoleh saat tahu suara siapa yang memanggilnya, ia menatap lurus enggan menatap orang yang memanggil namanya. Tap tap tap "Kita pulang dan bicara di rumah ya, Na

