Syaren kembali masuk lagi ke dalam ruangannya setelah Rendi, Rafael dan wanita itu berjalan melewatinya tadi. Brak! Syaren menutup pintu ruangannya dengan sangat kasar. "Sialan!" ucap Syaren berjalan dengan kaki yang menghentak kesal. "Bisa-bisanya baru pertama kali ketemu ngobrolnya kayak udah kenal lama! Mana cantik banget lagi modelnya! Kalau si Rafael kesem-sem gimana? Haisshh … dasar gatel!" ucap Syaren lagi. Ia lalu berjalan ke arah kursi kerja dan kembali duduk lagi, menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi. Bibirnya sudah mengerucut karena kesal. Syaren duduk bersandar dengan mata terpejam berusaha mengontrol emosinya. 10 menit kemudian. Ceklek Pintu ruangannya terbuka, Syaren sontak langsung membuka mata dan melihat ke arah pintu. Terlihat Rendi yang tengah memegang kenop

