Syaren dan Rafael saling bertatap mata cukup lama, Rafael lalu memberanikan diri memegang pipi Syaren, ia memiringkan kepala dan mendekati wajah Syaren. Ia lalu memejamkan mata saat jaraknya dengan wajah Syaren sudah semakin dekat. Syaren juga refleks langsung memejamkan mata saat hidung Rafael dengan hidungnya sudah bersentuhan sama lain. Tinggal beberapa senti lagi, bibir mereka hampir bersentuhan sama lain. Ceklek Terdengar suara pintu yang di buka tanpa di ketuk lebih dulu. "Raf?" Syaren dan Rafael sontak langsung membuka mata dan menggeser duduk saling menjauh. "Aihh ... kalian sedang ... nunu nana?" tanya Rendi tiba-tiba berdiri di ambang pintu. "Hm? Eng ... enggak," jawab Rafael menoleh melihat ke arah Rendi, ia berbicara dengan nada gugup. Jantungnya malah berdetak lebih k

