Rafael berjalan pelan ke arah ruangan Rendi, ia lalu memegang kenop pintu dan menariknya ke bawah, lalu setelah itu mendorongnya. Ceklek. "Ee-eehh ...." Syaren yang tengah berada di balik pintu, hampir saja terjatuh karena terdorong oleh pintu yang Raafael buka. Rafael sontak dengan refleks langsung meraih pinggang Syaren agar tak terjatuh, ia langsung melingkarkan tangannya di pinggang Syaren dan Syaren juga refleks langsung melingkarkan tangan di leher Rafael agar tak terjatuh. Deg deg deg Mata Rafael langsung tertuju ke mata Syaren, jantungnya juga mulai berdetak tak menentu saat menatap wajah Syaren. Ia malah jadi teringat kejadian semalam saat Syaren dengan berani menyentuh bibirnya dengan bibir juga. Hal yang terjadi semalam ialah hal yang kali pertama ia rasakan, ciuman itu

