Sekitar jam sebelas siang Pras dan Kinar baru nyampek Jakarta, dari kejauhan terlihat ada seseorang yang berdiri di depan gerbang. Kinar sudah tahu siapa sebenarnya dia, Kinar merapalkan doa semoga saja orang itu tidak memancing emosi suaminya. Sejauh ini Pras masih terlihat santai, tapi Kinar yang dag dig dug. “selamat siang, Tuan dan Nyonya?” sambut si pria tersebut sambil membantu Pras membukaka pagar rumah. “Siang, terima kasih.” Ucap Pras cuek. Kinar di dalam mobil sudah cemas. “Tetangga sebelah ya?” tanya Pras sebelum kembali masuk ke mobil. “Iya, sekaligus teman SMA istri anda. Saya berniat menjalin silaturrahmi dengan kalian.” Sahut Endru santai. “saya terima silaturrahminya, tapi kami harus masuk rumah karena kami harus istirahat, kami baru sampai dari Bandung. Emmm ... kalau

