Pras sedang melakukan meeting dengan beberapa koleganya untuk merencanakan pembangunan villa di daerah Bogor, Pras semakin semangat melaksanakan semua kegiatan sedari dia mengetahui bahwa tumbuh kehidupan dalam perut sang istri. Pras juga jarang lembur seperti biasanya, dia bahkan pulang tepat waktu demi menjaga sang istri. Satu jam berjalan akhirnya meeting selesai dengan titik temu yang disetujui oleh semua belah pihak, keluar ruang meeting Pras kembali diingatkan oleh Dian jikalau jam tiga dia ada meeting lagi dengan investor dari luar jawa di salah satu restaurant bintang lima yang ada di Jakarta. Dan sekarang ini sudah jam dua lebih seperempat. “kamu siap siap ikut saya ya, Din.” “baik Pak.” Sebelum berangkat Pras sempatkan menelfon sang istri yang akhir akhir ini selalu menyita p

