138. Ngidam Yang Merepotkan

1101 Kata

"Ayah, kita mau ke mana? Kenapa nggak sampai-sampai?" Permata mulai bosan karena lebih dari satu jam berada di dalam mobil. "Ata tidur dulu aja. Sini, duduk sama bunda. Nanti kalau udah sampai Bunda bangunin." Permata yang duduk di kursi belakang, pindah melalui celah dua kursi depan. "Gak enak. Ada perut Bunda." Kenyamanan duduk di pangkuan wanita itu sedikit terganggu Karena perut ibunya. Binar terkekeh. "Katanya Ata pengen perut Bunda cepat besar." "Iya, tapi kenapa Dedek bayinya enggak keluar juga? Perut Bunda udah besar." "Nanti kalau udah segini baru dedek bayinya keluar." Binar memperagakan seakan perutnya sudah membesar. "Ini masih kecil. Nanti akan membesar lagi. Baru Dedek bayinya bisa keluar." "Oh . Segini lagi, Bunda?" Permata membuat jarak antara perut ibunya sekarang da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN