139. Istri Terabaikan

1102 Kata

"Ata!" Permata hanya melirik saat mendengar suara ayah memanggil. "Maaf, ya ... ayah terlambat lagi,'' sesal Zean yang baru saja tiba di rumah. Permata diam dengan wajah cemberut. Lagi-lagi ayahnya pulang malam. "Kalau Ata marah ayah pergi lagi aja deh." Zean ini sudah memiliki senjata untuk membuat putrinya berhenti merajuk. "Pergi aja. Ata nggak apa-apa di sini sama bunda." Eh! Ternyata sekarang cara itu sudah tidak mempan lagi. "Ayah minta maaf, ya, Sayang. Ayah banyak kerjaan. Sini, peluk dulu!" Zean beringsut mendekat kemudian memeluk putrinya. Permata tidak melawan karena sejak tadi pun ia sangat merindukan sang ayah yang beberapa hari terakhir ini memiliki waktu terbatas untuk dirinya. "Maaf, ya ...." Zean sekali lagi meminta maaf. Permata mengurai pelukan. "Ayah tiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN