Zean mengikuti langkah sang istri. "Ada apa?" "Gak ada." "Kamu dari kemarin beda loh sikapnya." "Biasa aja." Binar menjawab tanpa sekalipun menoleh pada suami. Hal itu tentu saja membuat Zean bertanya-tanya karena tidak seperti biasanya. Menghadang langkah sang istri yang hendak beranjak. "Awas, Mas! Aku mau bangunin Ata." Zean menatap sang istri yang sejak tadi terlihat menghindar. Selalu membuang muka. Karena gemas sendiri, ia membingkai kepala wanita itu lalu dihadapkan ke atahnya. Terkejut saat melihat wajah sembab itu. "Kamu habis nangis? Kenapa, Sayang? Ada apa?" Bertanya dengan panik. Binar menepis. "Aku nggak apa-apa." "Nggak apa-apa gimana? Lihat mata kamu. Siapapun pasti berpikir kalau kamu tuh habis nangis." "Sudahlah. Mas berangkat aja. Katanya ada meeting pagi." "Ng

