BAB 33

1007 Kata

"Maaf,'' ucap Yuda tulus, keduanya berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Kristal di kedua mata Raisa tak bisa lagi ditahannya. "Jangan nangis lagi, aku semakin bersalah.'' Bukannya menghentikan tangisannya, Raisa malah semakin tersedu-sedu. Fairuz terkekeh melihat adik manja nan galak itu. Raisa bukan tipikal perempuan yang mudah tertipu oleh sebatang cokelat untuk meredakan kesedihannya karena cara membuat Raisa berhenti menangis ialah dengan cukup mendiamkannya saja. Semakin banyak yang bertanya ataupun berkata sesuatu sekalipun berniat menenangkannya, dia semakin tidak bisa menahan diri untuk menumpahkan semua airmata. "Maafin aku, Raisa,' ulang Yuda tersirat penuh penyesalan. "Iya, aku udah maafin kamu tapi kamu jangan mengulangi lagi.'' "Iya.'' "Janji?'' "Janji. Kamu bener

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN