BAB 32

1055 Kata

Teruntuk kamu hidup dan matiku. Aku tak tahu lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya. Atau dengan kalimat apa aku mengungkapkannya. Karna untuk kepergian kalinya. Kau buat aku kembali percaya akan kata cinta. Dan benar bahwa cinta masih berkuasa di atas segalanya. Ketika hati yang mudah rapuh ini. Diuji oleh duniawi diuji oleh materi. Untuk ke sekian kali. Lagi, lagi dan lagi. Alis Raisa menaut heran ketika bola bewarna hijau yang dia punggut untuk dilepaskan pada benteng Kinta tertulis sajak menyelimuti benda bundar tersebut. Siapa sih, iseng banget, nggak ada kerjaan. Raisa tidak ingin ambil pusing, dia membuang sembarang bola hijau dan mengambil yang lain. Bela bertelepati dengan kedua sahabatnya tanpa sepengetahuan Raisa sibuk mengumpulkan bola di belakang perosotan. Kutuliska

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN