Matthias datang di siang hari setelah dirinya makan siang. Tujuannya, tentu agar dia tidak perlu berlama-lama di istana putera mahkota. Tujuannya ke sana murni hanya untuk bertemu dengan gadis yang dia cintai, Arabella. Tetapi ternyata, baik putera mahkota maupun gadis itu belum makan siang. “Kelas pagi-ku baru selesai dan ada beberapa hal yang sedang aku urus.” Begitulah Afel memberi alasan. Matthias tentunya sangsi dengan alasan itu. Memangnya apa yang dilakukan seorang putera mahkota yang baru lulus sekolah sihir, sampai-sampai dia sibuk dan melewatkan makan siang. Dia tahu betul ketidakbecusan Afel yang selalu mengejar Arabella, sampai-sampai tidak fokus di kelas selama sekolah. Tetapi, kesangsiang itu hanya bisa Matthias pendam. Karena, dirinya tidak terlalu akrab dengan sang puter

