“Apa kamu sudah taruh barang tadi?” Afel bertanya pada Hilda. “Apaan, sih? Kayak lagi melakukan tindak kriminal aja. Udah beres, kok. Yang Mulia tenang aja, lah.” jawab Hilda sembari melipat dua lengannya di depan d**a. “Kayaknya kita kurang lebih udah kayak kriminal, deh.” Afel kemudian mengapit bantal guling dengan tangan dan kakinya. “Gimana, ya? Tingkah laku Yang Mulia lebih kayak preman dari pada pelaku kriminal.” Gadis itu lalu duduk di atas kasur yang sama dengan Afel. Ya. Kini mereka berada di kamar Rafael. Sama sekali tidak ada hal penting yang mereka lakukan saat ini. Mereka hanya bersantai sambil menunggu waktu yang tepat untuk kembali ke ruang kerja Rafael. Terutama Afel, begitu masuk ke dalam kamar, sasarannya adalah kasur dan gulingnya. Dan kini dia tergeletak di pinggi

