02 • Masuk Deluc

1243 Kata
Sesuai permintaan kakek, Theo akhirnya bersekolah di SMA Merah Putih. Pagi itu Theo datang dengan menaiki mobil kakeknya, mobil berwarna merah menyala keluaran terbaru. Theo biasanya berangkat ke sekolah dengan menaiki motor, namun saat ini motor cowok itu sedang disita kakek. Setelah Theo turun dari mobilnya datang segerombol siswa yang menaiki motor dan parkir di samping mobilnya. Beberapa gadis di SMA Merah Putih berkumpul di koridor untuk melihat gerombolan cowok itu. Theo melihat dengan malas para gadis itu. Para gadis yang menurutnya terlalu terbucin-bucin dengan makhluk bernama cowok. Tapi setidaknya mereka hanya melihat, tidak berteriak-teriak seperti gadis-gadis di SMAnya dulu. Jika berteriak tidak jelas ia yang merasa malu. Mungkin beda lagi konsepnya kalau yang datang artis, berteriak saat melihat artis itu cukup wajar. "HADES!" sebuah teriakan keras menggema di koridor yang dilewati Theo. Theo yang melihat itu diam di tempatnya berdiri. Ia merasa tidak asing dengan apa yang akan terjadi. Menurutnya akan ada pertunjukan menarik. "Berapa kali ibu bilang! Kancing baju kamu, Hades! Kamu pamer badan?" Cowok tampan yang dipanggil Hades hanya diam dan berjalan pergi meninggalkan gurunya yang sedang mengoceh, diikuti oleh gerombolan Hades yang juga cuek dengan gurunya. "KALIAN SEMUA BERHENTI!" Namun sayangnya tidak ada yang berhenti diantara gerombolan itu. "HADES!" teriak guru itu lagi. Salah seorang yang berjalan tepat di samping Hades berhenti dan berjalan menghampiri guru itu. Sebelumnya cowok itu mengambil minuman kemasan dari tas seorang gadis yang berdiri di koridor. "Ibu capek kan sama Hades, nih minum bu. Saya selaku teman Hades minta maaf lagi, emang Hades kurang ajar terus bu," ucap cowok itu, memberikan minuman kemasan pada gurunya. Lalu cowok itu kembali pergi berjalan di samping Hades. "Nanti jangan lupa ke ruang BK, kita diskusi lagi," ucap guru itu, berjalan pergi sambil membuka botol air kemasan. Theo yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya, merasa bingung dengan percakapan itu. "Ck," decak Theo berjalan mendekati Hades dan menatap Hades, sebenarnya Theo ingin mencoba menjegal Hades, namun ia takut langsung di kroyok satu geng. Jadi ia urungkan saja niatnya. Theo mengeluarkan kacamatanya, berjalan dengan kacamata hitam yang bertengger di wajah manisnya. Dalam hati, Theo merasa tertarik dengan Hades dan gerombolan itu, menurutnya mereka selaras dengannya. Ia suka pada orang yang sedikit memberontak pada aturan. Seperti biasa, setelah Theo masuk ruang kelas barunya maka para siswi langsung menunjukkan reaksi heboh. Tidak sedikit dari mereka yang telah mengetahui siapa dia. "Bener-bener Antheo yang terkenal itu? Wah... Bisa cuci mata selain lihat Hades," ucap salah seorang gadis yang terdengar di telinga Theo. "Theo manis banget." Theo tersenyum saat mendengar ucapan itu. Sudah terbukti valid 360° bahwa ia itu manis. "Kenalin nama gue Antheo Killian. Gue pindahan dari SMA Merapi." Theo menatap gurunya, dengan tatapan mata cowok itu seolah bertanya udah kan bu? Boleh duduk?. Wali kelas Theo mengamati penampilan Theo yang sangat jauh dari tata tertib sekolah. Dasinya tidak ada, dua kancing seragamnya terbuka, kaos kaki yang seharusnya putih berganti hitam, rambut yang sedikit berwarna pirang dan baju yang dikeluarkan. "Besok-besok pakai dasi dan kaos kaki sesuai hari dan tolong seragamnya dirapikan." Theo menghela napas. "Semoga bisa seperti itu ya bu, doakan saja saya insyaf," ucap Theo lalu berjalan ke arah bangku kosong. Wali kelas Theo hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah murid barunya. Sebelum ini ia sudah mendapat kabar bahwa murid baru kali ini adalah murid yang sudah berulang kali dikeluarkan dari sekolah, jadi ia sudah tidak heran lagi, masalah kenakalan biarkan guru BK saja yang mengurus. Guru sepertinya tidak sanggup. Sepanjang pelajaran Theo hanya sibuk bermain game. Bermain game sambil mendengarkan gosip dari gadis di depan bangkunya. Para gadis itu bergosip tentang Hades dan geng milik Hades. Topik gosip yang menurutnya seru. Ia jadi mengetahui geng Hades yang bernama Deluc karena gosip gadis-gadis itu. Saat jam pelajaran ketiga selesai, cowok itu pergi ke taman belakang sekolah dan kabur dari sekolah. Cowok itu terlalu malas jika harus mendengarkan materi gaya, momen dari guru mapel Fisika, materi yang membuatnya pusing sepuluh keliling. Memanjat tembok dan kabur ke warung sepertinya asik. Namun itu hanya angannya, setelah memanjat pagar ia menemukan hal yang lebih dari asik. Theo menyinggungkan senyum smirknya lalu melompat dari tembok. Cowok itu menatap Hades dan beberapa orang yang tengah terlibat tawuran. Karena ia bukan siswa yang baik, pastinya ia berminat untuk join tawuran. Ia bukan sekedar join tawuran, ia tidak mau hanya tawuran biasa dan rugi karena babak belur. Tawuran adalah ladang uang. Dimana saat tawuran ia bisa cosplay menjadi copet dan mengambil dompet anak-anak nakal itu. Apakah ia berdosa? Menurutnya tidak, jika ia mengambil dompet anak-anak itu, mungkin untuk kedepannya anak-anak nakal itu tidak berani lagi ikut tawuran. Jadi apa yang ia lakukan termasuk berpahala, karena niatnya baik, yaitu agar mereka kapok tawuran. Beginilah calon pebisnis yang hebat, memanfaatkan setiap ada peluang. Hades menjadi tidak fokus karena melihat Theo tawuran sambil mencopet. Akibatnya satu tinjuan lolos mengenai wajah cowok itu. Namun Hades kembali fokus dan balik menghajar musuhnya. Beberapa saat kemudian tawuran itu usai. Hades memerintahkan teman-temannya untuk pergi duluan. Sementara Hades berjalan menuju Theo yang berada di balik pohon besar. Hades menghela nafas saat melihat Theo tengah memasukkan dompet-dompet pada sebuah kantong plastik hitam. "Ternyata lo copet?" tanya Hades sambil bersandar di pohon dan menyilangkan tangannya didepan d**a. Theo yang duduk mendongakkan kepala melihat Hedes, sekilas. "Iya, gue copet. Kenapa?" "Oh iya, tenang aja gue ga nyopet dompet anak buah lo. Gue nyopet dompet musuh doang. Jadi kita sekutu lah. Damai ya, gue males tawuran lawan lo, ntar gue bonyok," lanjut Theo, tetap sambil memasukkan dompet kedalam kantong plastik hitam. Hades kembali menghela napas. "Lo anak orang kaya. Kenapa lo nyopet?" Theo berdiri dengan tangan yang memegang kantong plastik. "Lo kenal gue?" Hades mengangkat sebelah alisnya. "Pewaris Killian Group. Anak kota ini siapa yang nggak kenal lo?" Theo mengangguk-angguk, ia sadar bahwa dirinya memang seterkenal itu. "Gue mau join Deluc," ucap Theo yang sedikit membuat Hades terkejut. "Lo join geng gue? 4 temen lo gimana?" Theo yang awalnya biasa saja dengan Hades kini sedikit menaruh tanda tanya. "Lo kok tau 4 temen gue? Lo fans gue?" Hades menggigit bibirnya, merasa kesal dengan Theo. "Lo terkenal, jadi gue tau temen lo juga, bukan gue ngefans sama lo!" "Oo gitu, jadi gimana? Gue boleh join geng lo? 4 temen gue bakal ikut join juga." Hades berjalan pergi meninggalkan Theo. "Join aja. Nanti malem ada balapan, lo sama temen-temen lo silahkan ikut." Hades menghentikan langkah kakinya sejenak. "Jalan Diponegoro jam 9," ucap Hades lalu kembali melanjutkan langkah kakinya. Theo tersenyum, cowok itu langsung merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. | Jalan Diponegoro jam 9, kita balapan, gue masuk Deluc | Ketik Theo lalu mengirimkannya ke grup pertemanannya. Ia tidak memiliki geng, hanya berteman dengan keempat temannya itu. Ia tidak suka bekerja sama dan berteman dengan sembarang orang. Namun untuk Deluc, baginya Deluc berbeda, setidaknya ada Hades yang menarik perhatiannya. Pemuja kakek sultan Bagas, Gavin, Kuda Nil, Janu, Anda Gavin Lo tau De Luc? Janu Geng yang pernah gue bilang njir, masak lo lupa Janu Yang sering balapan lawan musuh kita dulu Nil Yang mana njir, di google ada ga? Bagas Kudet lo pada, gue aja ga tau Gavin Btw lo kok masuk geng itu Yo? Bagas Kalo Theo masuk jadi gengnya ga abal-abal Janu Emang bukan geng abal-abal anjir Anda Intinya lo pada dateng aja, nanti juga tau Janu Siap Gavin 2 Bagas 3 ••***•• "Kalau ditanya, kenapa gue pengen masuk Deluc? alasannya cukup simpel" "Gue penasaran sama Hades" - Antheo Killian - ••***••
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN