“Akhirnya ya ketemu. Gimana di Bali?” Sesuai dugaan, Andin yang paling heboh begitu Selin tiba di kantor. Mengingat mereka beberapa hari ini tidak bertemu karena Selin pergi ke Bali. “Capek,” sahut Selin seraya tersenyum manis. Tidak ada hal yang spesial jadi Selin tidak perlu seheboh itu. Begitu melihat Ben, Selin terpaksa mememperpanjang senyumnya. Ia benar-benar penasaran kepada lelaki itu. Sepertinya Selin harus lebih agresif supaya ia segera menyelesaikan ini. Mungkin pertama-tama yang harus Selin lakukan adalah mengambil kelas akting. Sepertinya sandiwaranya selama ini masih kurang. “Ben. Nanti sabtu lo ada kegiatan nggak?” “Kenapa emangnya?” “Dufan yuk?” ajak Selin. Ben nampak terkejut dan lelaki itu berpikir sejenak. “Boleh. Ayuk,” sahut Ben. “Ih seru banget. Ikut dong

