“Saya minta maaf, Pak. Saya merasa tidak capable untuk menjadi sekretaris.” Selin memberikan senyuman di akhir ucapannya. Berharap Sebastian tidak akan marah dengan penolakan ini. Pada dasarnya memang Selin tidak berniat menjadi sekretaris. Pekerjaan sekarang saja sudah sangat sibuk. Sebastian mengangkat satu alisnya. “Maksud kamu, penilaian saya salah?” Selin direkrut atas permintaan Sebastian. Lelaki itu mengatakan bahwa Selin cocok untuk menjadi sekretarisnya berdasarkan pengalaman bekerja bersama dalam mempersiapkan agenda di Bali. “Bukan seperti itu, Pak.” Sebastian mengangkat satu alisnya. “Selin. Tidak banyak yang bisa mendapatkan kepercayaan langsung dari saya seperti ini. Selain itu gaji yang saya tawarkan juga besar.” Selin dalam hati mengumpat. Kenapa jadi merepotkan

