Jasmine menceritakan seluruhnya pada Ari tanpa ada yang dia sembunyikan, lagi. Ari mendengarkan cerita Jasmine yang membuatnya kembali menangis, jari-jarinya dengan telaten menghapus jejak air mata Jasmine yang terus berjatuhan di pipi. Mendengar penderitaan Jasmine dalam hidupnya, membuat Ari semakin mencintai gadis itu dan tidak ingin menyakitinya lagi. "Kamu minum lagi, ya?" tawar Ari saat Jasmine sudah selesai dengan ceritanya yang berakhir senggugukan karena terus menangis. "Dikit aja." Ari mengambil gelas berisi air di atas nakas. Menyodorkan ke depan mulut Jasmine untuk mempermudah gadis itu meminumnya. "Udah," kata Jasmine menjauhkan bibirnya dari gelas di tangan Ari. Ari kembali meletakkan gelas tersebut di atas nakas dan mengambil salep sebagai gantinya. "Aku obatin leher ka

