Dimulai sejak Jasmine tinggal bersamanya, Ari semakin tidak fokus melakukan apapun. Pikirannya selalu di penuhi oleh Jasmine, Jasmine dan Jasmine. Sudah tiga hari sejak Jasmine tinggal di rumah Ari dan hingga saat ini juga Ari belum menemui Jasmine yang sejujurnya sangat ia rindukan. Ari mengambil ponsel lalu mendial nomor telepon rumahnya. "Halo, Mas. Ini Buk Mina." "Buk Min, apa Jasmine udah makan siang?" "Belum, Mas. Dia tetap kekeh enggak mau makan." "Dia banting piring lagi?" "Iya, Mas." "Ya udah biarkan aja, Buk. Nanti juga lapar sendiri." "Tapi selama tiga hari ini, Mbak Jasmine cuma makan tiga kali, Mas. Itu juga karena kita bohongin." “Bohong lagi aja, Buk.” “Ya ampun ... enggak mungkin lah, Mas. Lama-lama dia pasti curiga.” “Hahaha ... aku cuma bercanda, Buk.” “Mas A

