Keputusan Terpaksa

1706 Kata

 “Jasmine kamu udah siap?” “Iya, Tante.” Jasmine keluar dari kamar, dengan menganting tas di tangan kirinya. Menampilkan wajah datar menyambut senyuman manis Yosi padanya. “Aku pergi ya, Kak. Kakak jaga kesehatan, jangan suka marah-marah.” Yuli mengangguk. “Hati-hati, jangan kebut-kebutan!!” “Jasmine juga pergi, Ma.” Menyalim tangan Yuli untuk berpamitan. “Langsung pulang ya, jangan kemana-mana. Enggak ada yang jaga warung.” “Tapi hari ini, Jasmine ada rapat organisasi, Ma.” “Dari awal Mama udah bilang, jangan ikut organisasi!” Jasmine menunduk kembali mendapat ocehan dari Mamanya. Memain-mainkan kuku menghilangkan sedikit rasa kesalnya. “Kak!! Aku, yang suruh Jasmine ikut organisasi. Biar dia punya banyak teman,” tegur Yosi pada kakaknya. “Dia enggak perlu banyak teman! Mota d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN