Ari keluar dari mobil dengan rasa khawatir yang luar biasa. Ia membanting pintu mobil kuat dan berlari menuju pintu kost Jasmine. Tangan kanannya mengetuk pintu kayu itu berulang kali, dengan rasa tidak sabar. Suara seseorang yang menyahut membuat Ari menggeram karena menunggu. “Jasmine-“ Belum selesai Mota berbicara. Ari langsung menerobos masuk melihat kondisi Jasmine yang masih muntah-muntah di dalam kamar mandi. “Kamu kenapa, Sayang?” Ari mengelus punggung Jasmine lembut. Jasmine menegakkan tubuhnya dan menghela napas. Kepalanya menggeleng sebagai tanda untuk Ari kalau dirinya baik-baik saja. “Kamu yakin? Enggak mau ke dokter aja?” tanya Ari, menuntun Jasmine berjalan keluar kamar. Jasmine menggeleng lagi. “Enggak, Kak. Aku cuma kecapean aja kayaknya. Mau tiduran aja.” “Kalian m

