Tidak Direstui.

544 Kata

Malam ini Ari memutuskan untuk menceritakan tentang Jasmine pada Mamanya. Ia terus melirik Mamanya yang asik tertawa menonton film komedi di televisi. ‘Kayaknya waktu yang tepat. Mumpung Mama lagi ketawa,’ batin Ari. Ari menarik napas sekali. “Ma.” Panggilan itu membuat Mamanya menatap Ari sekilas. “Kenapa, Nak?” Ari memperbaiki duduknya menatap Mamanya serius. “Ari mau ngomong, Ma.” Kali ini mamanya menatap Ari intens, merasakan aura serius yang Ari salurkan padanya. Wanita berusia pertengahan empat puluh itu mengecilkan volume televisi dan memfokuskan dirinya menatap anak sematawayangnya. Ari semakin gugup saat Mamanya mengunci tatapan matanya ke mata Ari. “Ari udah punya calon istri,” ucap Ari dengan suara pelan, tapi masih dapat didengar oleh Mamanya. “Ha? Maksudnya gimana? Ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN