Satu Hal Yang Harus Kamu Tahu

1619 Kata
Lalu tanpa menunggu sahutan apapun gadis itu bergegas pergi dari sana karena semakin Luruh menatap wajah Lara lekat maka semakin sedih juga perasaannya dan Luruh sudah berjanji untuk tetap bahagia dan jangan terlalu bersedih atas penyakit yang di alami oleh kakaknya. Tidak hanya Luruh saja yang berpikir demikian, tetapi Rajan juga sama khawatirnya dengan Luruh terlebih keadaan Lara yang terlihat semakin memburuk seperti ini sedangkan ia tidak bisa melakukan hal apapun untuk mengurangi rasa sakit yang di rasakan oleh gadis yang Rajan cintai. "Hatimu terlampau terluka dengan cukup dalam, Lara! Sayangnya tidak banyak yang bisa aku lakukan untukmu, kalau saja aku bisa mengurangi rasa sakit yang harus kamu tahan sendiri maka dengan suka rela aku akan menahan rasa sakit itu agar kamu tak perlu merasakannya lagi! Seberapa inginnnya aku membantumu aku tetap tak bisa melakukannya," lirih Rajan sedih. Kalau saja Allah mengizinkan dirinya untuk bisa menggantikan rasa sakit yang di alami oleh Lara maka sudah pasti Rajan akan melakukan apapun demi melihat Lara bahagia, sayangnya penyakit Lara benar-benar tidak bisa menerima transplantasi apapun dan Rajan hanya bisa memandang wajah cantik itu selalu menahan rasa sakitnya. "Bahkan di tidurmu kamu juga masih harus menahan rasa sakitmu ya? Rasanya aku ingin Allah mengizinkan aku untuk menggantikan Lara agar rasa sakit yang ia rasakan berpindah padaku! Aku tak masalah jika kamu memilih Giran setidaknya kamu jangan terluka! Aku tidak sanggup melihatmu menderita Lara! Aku hanya ingin kamu bahagia bukan begini," ucap Rajan gelisah. Di tengah kesedihan dan kebimbangan yang di rasakan Rajan, di parkiran Axton berusaha untuk menanyakan bagaimana hari Luruh dan kenapa istrinya terlihat begitu sedih seperti ini padahal sebelum berangkat ke rumah sakit pagi tadi istrinya tersenyum dengan cukup bahagia sampai membuat Axton merasa ikut senang melihatnya. "Harimu bagaimana, Luruh? Kenapa wajahmu terlihat begitu sedih seperti ini? Bukannya tadi sebelum berangkat ke rumah sakit kamu tersenyum dengan bahagia ya? Apakah ada sesuatu yang terjadi? Ada yang sakit gak? Apakah ada sesuatu? Ada masalah ya?" tanya Axton khawatir. Sementara Luruh yang sedang kesal dan malas menyahuti obrolan Axton membuatnya melirik sekilas sebelum akhirnya gadis itu meminta Axton untuk cepat pulang ke rumah karena rasanya ia sudah lelah padahal aktifitasnya biasa saja, sebenarnya Axton ingin bertanya lebih lanjut sayangnya Luruh terlihat begitu kesal jadi Axton mencoba menuruti keinginan istrinya. "Udah deh gak usah nanya-nanya dah lu! Gue lagi gak mau bahas apapun jadi mending lu diam aja dah! Lagian ini udah terlalu malam juga jadi mending kita cepetan pulang ke rumah, Axton! Rasanya badan gue capek banget seharian ini tau gak! Lebih baik lu fokus dulu aja dah daripada nunggu gue marah sama lu kan?!" ujar Luruh kesal. "Baiklah, baik sayangkuh! Ayok kita pulang dan nanti kamu bisa beristirahat di sana Luruh, wajar sih kalau lu kelelahan ya karena seharian ini lu sibuk jadi kalau begitu mari kita pulang dengan cepat agar kita bisa lekas mengistirahatkan diri kita yang lelah ini sayang, " sahut Axton lembut. Perjalanan yang di lalui Axton dan Luruh terasa begitu dingin membuat Axton mencoba untuk mencairkan suasana dengan membahas bagaimana jika ia dan Luruh menonton film di rumah kebetulan ada banyak film di ruang televisi mereka, mendengar ide yang tidak buruk dari Axton membuat Luruh menganggukkan kepalanya setuju dengan saran suaminya. "Ya ampun, kenapa jalanan macet begini? Oh iya, Lara! Bagaimana jika nanti kita menonton film di rumah kebetulan aku punya banyak film di ruang televisi dan kayaknya seru kalau nanti kita nonton film supaya menghibur diri kita kan ya? Lu mau nonton film apa nih? Eh lu setuju gak sama saran aku ini sayang?" ucap Axton lembut. Melihat istrinya yang sudah sedikit membaik membuat Axton tersenyum sambil mengusap-usap kepala Luruh lembut lalu tak lama mereka sampai di rumah dan Axton membukakan pintu mobil agar gadis itu bisa bergegas masuk ke rumah, setelah Luruh masuk ke rumah tak lama Axton mengikutinya dari belakang. Langkah Luruh terlihat menghampiri rak buku yang terdapat di samping televisi sementara Axton melakukan peregangan pada otot-otot tubuhnya yang terasa kaku setelah bolak-balik ke sana-sini, lalu tak lama Luruh selesai memilih film dan ikut duduk di samping Axton yang mulai menguap karena kelelahan. Luruh yang tidak tega melihat suaminya kelelahan seperti ini membuatnya menanyakan apakah Axton tak ingin pergi tidur saja dan tidak lama Axton menenangkan istrinya bahwa ia ingin ada di saat Luruh dalam keadaan kesal atau bahagia dan seketika suasana ruang televisi menjadi hening karena Luruh merasa seperti kehilangan kata-katanya. "Lu yakin mau nonton film, Axton? Barusan lu kayak keliatan ngantuk gitu? Ini tuh lu udah cukup kelelahan juga tau! Mending kita pergi istirahat aja, lagipula masih ada waktu lain kan ya? Gue gak tega liat lu begini, Axton! Seriusan lu gak apa-apa belum tidur begini?" tanya Luruh khawatir. "Jangan khawatir sayang, aku baik-baik saja kok! Tenang saja aku tidak keberatan kalau hanya untuk menemani kamu nonton aja mah, oh iya ada satu hal yang harus kamu tahu yakni untukku aku ingin ada di saat kamu kesal maupun bahagia jadi percayakan semua masalahmu pada aku karena sesulit apapun hidupmu aku akan selalu ada bersama kamu Luruh," tutur Axton lembut. Suasana ruang televisi yang terasa begitu hening tiba-tiba mencair karena obrolan santai yang coba di lakukan Axton pada Luruh karena pemuda itu khawatir dengan hal yang membuat Luruh menjadi sedih seperti ini, lalu gadis cantik itu menceritakan kakaknya yang semakin memburuk dari sebelumnya. "Duh yang tersipu malu ya? Tenang aja ya, sudah tugasku selalu berada di sisimu! Oh iya aku masih sedikit penasaran dengan alasan yang membuatmu menjadi sedih seperti tadi, Luruh? Apakah tadi ada orang yang mengganggu kamu dan kakakmu? Kamu yakin baik-baik saja jika bercerita sama aku? Jangan memendam semua masalahmu sendiri ya?" tanya Axton khawatir. "Apaan sih lu! Tadi tuh gue sedih soalnya kata dokter keadaan kak Lara semakin memburuk dari sebelum-sebelumnya! Terus kesehatannya semakin terlihat serius, mana tadi dia mimisan juga, gue jadi kepikiran aja sama Lara yang berusaha tegar padahal penyakit Lara kayaknya udah semakin berbahaya dan kalau boleh bilang gue takut kehilangan dia Axton," ucap Luruh sendu. Tanpa gadis itu sadari air mata perlahan-lahan menuruni kedua pipinya membuat hati Axton terasa disayat-sayat oleh belati yang tak terlihat dan tidak lama Luruh menanyakan apa yang harus ia lakukan untuk membahagiakan kakaknya di saat seperti ini sebab perasaan Luruh seperti merasakan jika waktu mereka semakin sedikit. "Baru kali ini Luruh menangis sampai seperti ini dan jujur gue paling gak bisa nih liat dia nangis begini?! Rasanya hati gue gak tega lihat dia sedih, mungkin dia berusaha menutupi kesedihan yang Luruh rasakan, tapi tetap aja hati gue rasanya kayak di sayat-sayat melihat dia bersedih begini! Gue cuma mau membahagiakan lu Luruh, bukan terluka seperti ini," batin Axton sedih. "Setelah semua hal ini aku harus bagaimana, Axton? Aku harus apa untuk membahagiakan kak Lara? Dia terluka, tapi dia masih berusaha tegar menjalani hidupnya coba Axton! Di saat sulit bahkan sakitnya ia masih tak menunjukkan hal itu padaku! Rasanya waktu semakin sedikit dan aku berharap tidak kehilangan, tapi dia kesakitan jika terus seperti ini! Aku harus bagaimana untuk menjalani hidup kami ini? Benar-benar membingungkan rasanya," gumam Luruh sendu. Axton tidak bisa melihat gadis yang ia cintai menangis sampai seperti ini membuat pemuda itu memeluk Luruh lembut sambil menenangkan istrinya, Axton tau jika hal yang menyakitkan dari hidup adalah kehilangan seseorang yang paling di sayang dan jika saja Axton boleh meminta pada Allah ia ingin Luruh dikuatkan sebab ia tak sanggup melihat Luruh terpukul nantinya. "Dengan kehadiranmu, kasih sayangmu dan banyak hal yang kamu lakukan dan perhatianmu yang begitu lembut pada kakakmu saja mungkin itu membahagiakan dia! Sudah jangan bingung atas apa yang belum terjadi! Mari kita lalui dengan sabar lagipula semua hal terjadi pasti punya alasannya jadi tolong tetaplah tegar ya sayang," tutur Axton lembut. "Bagaimana aku bisa tegar setelah melihat ekspresi dan rasa sakit yang di tahan Lara? Jujur aku paling tidak sanggup kehilangan orang yang aku sayang, Axton! Aku tidak ingin berpisah apalagi kehilangan kakakku! Kalau semua hal terjadi dengan alasan apakah aku di izinkan kuat menerima alasan yang menyakitkan ini," lirih Luruh sedih. "Sepertinya di dunia ini tidak ada satu orangpun yang sanggup kehilangan orang yang paling mereka sayang dan wku berharap semoga Allah selalu menguatkan Luruh karena aku tidak ingin melihat Luruh terpukul nantinya! Kesedihannya begitu menyakitkan untuk hatiku, tetapi aku takut dia semakin sedih jika terus seperti ini," batin Axton khawatir. Sayangnya rasa sedih dan perasaan tak baik-baik saja dari Luruh benar-benar sulit untuk Axton tenangkan hingga tak lama Luruh tertidur dalam pelukan suaminya dan Axton merasa semakin sedih saat melihat wajah sembab dan ekspresi sedih istrinya yang masih terbawa bahkan ketika ia tertidurpun Luruh masih terdengar bergumam-gumam sedih. "Kakak, kakak harus sembuh! Kakak jangan menahan rasa sakit ini sendirian kak! Aku gak mau kehilangan kak Lara! Aku mau kita menua bersama kak! Jangan tinggalkan aku kak tolong! Tolong tetaplah di sini dan sembuhlah untuk semua harapan kita ya kak," gumam Luruh sendu. "Bukan hanya kamu yang takut ditinggalkan kakakmu saja, Luruh! Aku juga akan merasa sedih dan sangat terpukul jika kamu pergi sayang! Semua beban dan perasaan yang belum aku ketahui semakin membuatku takut jika suatu saat aku tak cukup kuat untuk menahanmu di sisiku hanya saja aku tak akan membiarkan hal itu terjadi Luruh," lirih Axton khawatir. Suara gumaman Luruh tanpa sadar membuat air mata Axton mengalir karena baru kali ini hati Axton seperti tersayat-sayat padahal selama ini ia selalu hidup dalam dunianya sendiri, tetapi Luruh seakan-akan berhasil meraih hatinya dan membuat Axton tidak ingin melihat Luruh sedih seperti ini. "Cinta dan luka memang tidak bisa saling berjauhan ya? Berkat rasa cinta yang Luruh berikan aku mulai menerima luka yang masih terasa menyakitkan ini! Cuma hanya Luruh satu-satunya gadis yang mm meraih hatiku dan aku tidak ingin melihat Luruh bersedih begini sayang! Aku mohon tolong kuatlah dan berbahagia demi dirimu sendiri sayang," batin Axton sedih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN