6. bengkel butut

403 Kata
Rumi membaca pesan dari Meri. pesan berisikan alamat bengkel tempat mobilnya di perbaiki. ia kemudian memesan taxi online. Rumi berjalan perlahan mengitari sebuah bangunan tua dan usang. ia ragu apa ini benar alamat bengkel itu. jalanan yang sedikit becek membuat Rumi yang memakai high heels harus ekstra hati-hati. ia tidak ingin terpeleset. tepat ketika matanya menoleh kearah kanan terlihat sebuah bengkel tua. Rumi mengernyit kan dahinya. merasa tak percaya bahwa temannya mempercayakan bengkel tersebut memperbaiki mobil nya. mobil yang Rumi miliki bukanlah mobil biasa. mobil keluaran terbaru yang belum lama ia minta kepada dadynya.bukankah tidak sesuai mobilnya yang bagus di bawa ke bengkel butut di ujung jalan. Rumi hampir saja pingsan di buatnya. dengan menggelutukkan gigi gigi nya ia merasa geram dengan sahabatnya itu. " parah nih si Meri. gak liat dulu apa gimana bengkelnya.." umpatnya dalam hati. bunyi derit pintu gerbang besi, yang terlihat berkarat saat Rumi menggeser nya perlahan, menodai suasana di bengkel itu yang tampak sepi. dengan perlahan Rumi mulai memasuki bengkel tersebut. terlihat mobilnya yang terparkir di dalam bengkel butut itu. ia menarik nafas lega saat melihat mobilnya masih utuh disana. ".. permisi.." ucapnya. namun tidak terdengar jawaban. ".. permisi ... ada orang..??" ulangnya lagi dengan suara yang sedikit keras. Rumi hampir terlonjak kaget saat sebuah tubuh keluar dari bawah mobilnya bagian depan. ".. ia... ada apa mbak.." jawab seseorang itu sambil berdiri dari posisi semula. wajah yang berewokan penuh dengan noda oli. rambut gondrong di ikat asal asal.pakaiannya kotor karena oli. celana jeans yang dipakainya sobek sobek pada bagian lutut. ".. ada apa mbak.." jawab seseorang itu sambil memperhatikan Rumi yang tanpa berkedip memindai penampilan nya. dengan menelan Saliva Rumi berusaha menetralkan suaranya. ".. maaf mas.. ini mobil saya yang di bawa teman saya semalam.." jelas Rumi. ".. oh iya.. tapi sebentar lagi baru benar." jawab pria itu. "...yakin kamu bisa benerin mobil saya.. kamu bener montir kan.." ucapnya setengah tidak percaya pada pria yang sekarang sedang mengecek mobilnya. "... mungkin kamu lihat bengkel saya. bukanlah bengkel yang terkenal.tapi saya menjamin mobilmu bisa hidup lagi.." kata montir itu meyakinkan. pria itu peka dengan yang terlihat dari raut wajah Rumi. ia sadari bahwa bengkelnya cukup tua dan butut sehingga gadis cantik ini kurang begitu yakin. Rumi hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan pria itu. yang membuat Rumi akhirnya meyakini adalah tatap mata sang montir. tatapan tajam pria itu sungguh tidak asing. seperti pernah melihat sebelumnya. tatapan tajam yang menghipnotis nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN