4.seperti orang Ling lung

305 Kata
pagi hari Rumi tersadar di sebuah kamar hotel. ia duduk di ujung kasur dengan perasaan seperti orang yang Ling lung.ia ingat semalam karena perasaan sedih ia mabuk dan pulang sendirian dari pesta itu. ia mencoba mengingat apa yang terjadi.apakah ia telah melewati malam panas dengan seorang lelaki. namun tidak ada yang lain didalam tubuhnya yang ia rasa. pakaian nya masih lengkap melekat.hanya sepatu heels nya saja yang sudah terlepas dari kakinya. sebuah bayangan samar samar melintas di kepalanya.sebuah bayangan seorang menyecup bibirnya. seorang pria dengan tatapan tajam yang dalam. tapi siapa. Rumi tidak mengenalinya. kepalanya masih pusing efek akibat mabuknya semalam. dengan bergegas ia pergi dari hotel tersebut. meski dihatinya merasa penasaran tentang bayangan sebuah tatapan tajam milik seseorang. ponselnya sejak tadi meraung Raung keras. seseorang menelpon dirinya tidak sabaran. sedangkan Rumi sedang di dalam kamar mandi guna menyegarkan kembali tubuhnya. dengan hanya berbalut handuk Rumi bergegas menjawab telepon yang tidak sabaran itu. nomor yang tidak asing tertera di layar handphone nya. siapa lagi kalau bukan sahabat laknatnya. mungkin sang sahabat kebingungan kemana ia pergi semalam. ".. iya .. halo.." ucapnya setelah menggeser tombol hijau di layar handphone nya. ".. ya ampun Rumi.. semalam lu tidur dimana hah!!.." jawab suara diseberang tanpa membalas sapaan halonya. ".. semalem gue nginep dihotel.. kenapa emang.." jelas Rumi. "... sorry bener ya Beibb ... semalem gue gak sengaja nabrakin mobil lu ke trotoar jalan. gue agak mabok semalem.. sekarang ada dibengkel Deket tempat kejadian.. nanti lu kesana ajah ya gue sharelok tempatnya. gue gak keburu mau kesananya siang nanti gue ada pemotretan... sekali lagi sorry ya Beibb.." ucap panjang lebar sahabatnya itu sambil pura pura sedih nangis nangis. Rumi sudah paham sifat dari sahabatnya itu. "... dasar lu ini yah... ya udah.. nanti siang gue kebengkel nya.." jangan lupa ganti rugi yah.." balas Rumi sambil memutuskan sambungan telepon nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN