"Nadya kemana, sih?" Tasya melihat sekelilingnya, matkul selanjutnya sudah dimulai. Setelah pertemuannya dengan Chris, Tasya pergi ke tempat sepi untuk menenangkan diri. Tasya mulai mengerti, kenapa kemarin Tere menangis setelah putus dengan pacarnya. Ternyata perasaan itu menyakitkan. Tasya malu memberitahu Nadya dan Tere tentang perasaannya, Tasya takut mereka berdua akan menertawakannya. Tasya duduk di bangku belakang saat itu. Ia memberanikan diri untuk membuka hapenya, disaat dosen killer sedang menerangkan di depan kelas. 'Ha? 10 panggilan dari Tere?' Tasya terkejut melihat banyaknya panggilan Tere. Saat menenangkan diri, Ia sama sekali tidak mengecek hapenya. Tasya jongkok, bersembunyi di balik kursi, kemudian menghubungi Tere. Deringan pertama, Tere langsung menjawab panggila

