James sudah sampai di depan rumah Tasya. James mengeluarkan sebuah kotak berbentuk hati, berlapis kain beludru bewarna merah dari saku jaketnya, kemudian menggenggamnya erat. Ia sudah membulatkan tekad untuk melamar Tasya. Jantungnya mulai menggebu dengan cepat, rasa takut apabila ditolak juga mulai menghantuinya. Memang terkesan terburu-buru, namun James adalah tipe orang pemikir. Ia harus segera menuntaskannya, mengeluarkan segala yang ada di pikirannya, sebelum hal tersebut mengganggu kinerja kerjanya. James turun dari motornya, menggenggam sebuah buket bunga di tangan kanan dan sebuah kotak perhiasan di tangan lainnyanya. Ia berjalan ke depan pintu rumah Tasya dan menekan bel. Langkah kakinya terdengar semakin mendekat, lalu pintu pun terbuka. Tampak Tasya sedang mengenakan sebuah

