Epilog

522 Kata

Suara gemuruh petir yang begitu kencang, membuat pak Hendrawan terjaga dari tidurnya. Beliau mengambil kacamata yang tergeletak di atas lemari di sisi tempat tidurnya. Waktu masih menunjukkan pukul 4 pagi. Pak Hendrawan melihat kesebelahnya dan mendapati istrinya masih terlelap. Beliau turun dari tempat tidur dengan perlahan, memakai slippernya dan berjalan keluar dari kamar. Beliau berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air, beliau langsung meneguk habis air tersebut. Kemudian Pak Hendrawan berjalan memasuki ruangan kerjanya. Ruangan tersebut dipenuhi begitu banyak jenis buku, beliau berjalan ke salah satu rak dan mengambil sebuah buku album besar bewarna biru dan sentuhan emas di pinggirannya. Album tersebut berisi foto-foto pernikahan James dan Tasya, dua tahun yang lalu. Be

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN