Chapter 9

1121 Kata

Setelah menghadapi cobaan yang begitu berat, Alan mendesah lega sembari tersenyum puas. Mengerjakan tugas sintaksis dari om dosen super killer seakan membuat rambut gondrongnya hampir rontok. Terlebih lagi dia mengerjakan sembari ditemani singa betina yang tak kalah killer dari sang dosen asli. “Kali ini lumayan,” komentar Kiara yang tengah mengoreksi hasil pekerjaan Alan itu. Meskipun dalam hati Kiara begitu gatal ingin menyuruh Alan untuk menulis ulang pekerjaannya yang penuh dengan tip-ex putih. Alan lalu melihat jam pada ponselnya, mereka ternyata hampir dua jam berkutat dengan sintaksis. Ah, tidak. Yang benar adalah Kiara hanya perlu waktu dua puluh menit dan Alan dua jam. Mengetahui fakta itu membuat Alan tersadar bahwa ia tidak pintar-pintar amat. “Setelah ini kita mau kemana? Lo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN