Lelaki itu lalu menelungkupkan kepalanya di atas meja, “Ngantuk Ra,” gumam Alan dengan manja. Gadis itu tersenyum kecil, mengelus rambut Alan dan terhenti saat merasakan rambut lelaki itu lepek. “Lo belum keramas ya? Jorok banget ih!” amuk Kiara yang tidak jadi memainkan rambut gondrong Alan. “Lepeknya masih tahap normal kok, ini lepeknya cuma dikit!” seru Alan membela diri. Lelaki itu bahkan sampai menegakkan tubuhnya agar Kiara tak lagi melihat rambutnya yang mengkilap karena minyak alami itu. “Oh, jadi harus nunggu lepeknya dikerubuni kecoak baru mau keramas?” balas Kiara cepat dan tajam. Gadis itu lalu menghela napas, luka di wajah Alan nampak terlihat jelas di tempat terang seperti ini. “Ambilin kotak obat gih, muka lo udah jelek makin jelek tuh
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


