Kamar kontrakan Alan berantakan, sangat berantakan. Kiara menatap marah kearah lelaki yang kini sibuk memunguti satu persatu baju kaos yang tersampir hampir di berbagai tempat. Alan sesekali nampak meliriknya takut-takut, lalu kembali fokus merapikan kamarnya yang bagaikan kapal terbalik itu. Demi neptunus! Bagaimana bisa Alan tidur di ranjang penuh dengan hamparan baju? Atau jangan-jangan lelaki itu menggunakan kaos kotor itu sebagai pengganti selimut? “Dasar jorok!” maki Kiara yang sudah tidak tahan melihat kekacauan di kamar Alan. “Lebih baik lo cuci muka, cuci kaki, dan sikat gigi!” perintah Kiara yang merebut paksa kaos kotor di pelukan Alan. Alan hanya mengangguk patuh, lelaki itu sendiri sadar bahwa bersih-bersih bukanlah keahliannya. Jika Alan sampai bersih-bersih, lelaki itu bi

