"Terasa singkat, tetapi itulah kebahagiaan sebenarnya. Lupakan dahulu masalah nyata, semua ada waktunya untuk bersedih dan tertawa." Setelah perpisahan di dini hari itu. Acha dan Devid masih berkomunikasi terkait apa yang terjadi. Begitu pun Devid, telah menceritakan soal Grilna yang ingin menjodohkannya dengan Devita. Maka, niat mereka berdua untuk kawin lari semakin mantap. Namun, lagi Acha yang ragu untuk melangkah. Cita-citanya harus tergapai menjadi lulusan terbaik di Universitas Indonesia, tetapi bagaimana jika ditakdirkan oleh Tuhan harus demikian? Devid yang tahu keraguan Acha, ia meyakinkan setelah ijab kabul semua kehidupan akan berjalan dengan lancar lagi. Namun, tidak segampang itu. Sinta pasti mencabut biaya kuliah melihat Acha tanpa restunya menikah. Begitu, bukan? Kecuali,

