"Angkat bicara! Sebelum ketidakadilan menindasmu dalam-dalam." Ketakutan itu datang. Menyergap waktu yang tadinya dikira hanya untuk tertawa lebar. Mengulang lagi kenangan masa lampau, saling bertukar salinan kehidupan tanpa orang yang diinginkan. Segalanya sirna, kala sirene polisi mendekati rumah petakan yang ditempati seorang pemuda, tanpa ibu dan bapak yang telah pergi untuk selamanya. Kompleks yang biasa sepi waktu malam karena hawa dingin menusuk, enggan keluar lama-lama. Kini, beberapa penghuninya mulai keluar, melongok mengapa malam damai tanpa hujan terdengar gemuruh ketakutan? Tidak ada suara letusan mengintrupsi bahwa pelaku lari. Semuanya aman dan secara kekeluargaan. Hanya saja, si pelapor yang tanpa pikir panjang mencari sang anak dengan cara demikian. Lewat GPS dan sang po

