"Sesulit apa pun rintangan di depan, akan ada satu orang yang menggapai tangan penuh luka, memberikan senyum ketenangan, hingga kita tersadar dia mungkin mengharap balas, balas yang sulit diberikan." Awan hitam menggantung manja menantikan pecah ke tanah. Mengubur niat semua orang yang bersiap keluar, melaksanakan aktivitas sore harinya. Namun, niat air langit meluncur deras, belum diberi izin oleh Tuhan. Masih ada seorang insan yang sedang berjuang, melirik arloji di tangan merasakan resah yang sangat mengganggu konsentrasinya selama di dalam kelas. Isi kepala yang biasa fokus ke depan, anehnya tadi diisi penuh oleh perempuan baru dan mengharap pertolongan, semenjak awal temu. Langkahnya memasuki mobil hitam yang terparkir, segera melajukan kecepatan sebelum air langit benar-benar turun

