Putra mahkota masih menatap Victor yang berada di hadapannya. Victor merasa tatapan putra mahkota memiliki maksud jahil seperti biasanya. “Gawat! Kalau yang mulia sudah mengeluarkan jurus tatapan mata jahilnya... Bisa-bisa aku lagi yang dijadikan korban! Memang putra mahkota dan Vega sama-sama selalu merepotkanku!” Victor menggerutu dalam hatinya. Kepalanya menunduk dan sesekali ia menatap putra mahkota yang berada di hadapannya. “Aku sudah menyiapkan rencana!” Putra mahkota melirik Victor sembari tersenyum penuh ide. “Aduuuhhh... Jangan-jangan?” Victor menatap yang mulia putra mahkota dengan hati yang pasrah. “Apa? Wajahmu tidak usah ditekuk seperti itu! Tenang saja Victor! Kali ini aku tidak akan menyusahkan kamu seperti biasanya! Aku tidak akan mendandani kamu untuk menyamar menjadi

