Putra mahkota Argan masih terpaku melihat cincin yang melingkar di jari manis gadis yang kini sedang berdansa dengannya. “Cincin itu... Cincin emas dengan ukiran sepasang merpati... Mengapa aku mulai mengingat jemari Vega? Sepertinya... Apakah aku berhalusinasi? Atau ini hanya ilusi? Tapi... Aku pun merasakan hatiku menghangat ketika bersama Vega... Seperti perasaanku saat ini.” Pangeran Argan masih menatap gadis yang sedang berdansa bersamanya. Tak lama kemudian, Vega melihat Victor berjalan menuju arahnya bersama seseorang seperti putra mahkota jika dilihat dari cara berpakaiannya. “Celaka... Itu Victor bersama putra mahkota! Aku harus segera pergi menghindar! Pasti Victor yang mengajak putra mahkota agar menemuiku! Kakak! Bagaimana ini?” Vega berbicara dalam hatinya. Ia langsung mele

