Petang mulai menggantikan keindahan senja. Langit biru dengan goresan jingga, kini berubah gelap. Walau gelap, bukan berarti tidak memiliki sisi indah. Justru gelapnya langit malam ini bertabur bintang di angkasa, memanjakan setiap mata yang melihatnya. Seperti biasa pangeran Morgan menghirup udara malam dan duduk di luar rumah, bedanya di dalam hutan kegelapan Donkerwald semua terasa sangat alami dan begitu sunyi. Pangeran Morgan duduk di dekat pohon besar yang tidak jauh dari rumah kayu para Xylina. Kepalanya menengadah menatap gemerlap cahaya indah yang menghiasi malam. “Setiap hari dan malam-malam sebelumnya... Aku selalu merindukan suasana malam bertabur bintang seperti ini.. Aku membayangkan seorang bidadari akan selalu ada menemaniku... Aku menantikan hal itu dalam hidupku... Buk

