Selir Livia sudah tidak sabar lagi mengintrogasi ratu Alena yang diduga mengetahui keberadaan pangeran Morgan. Begitu juga dengan ratu Alena yang akan menginvestigasi sejauh mana mereka merencanakan sesuatu untuk menggagalkan putra mahkota naik takhta. “Apakah seperti ini cara yang mulia menerima tamu? Tidakkah yang mulia mempersilakan aku untuk duduk?” “Tampaknya sudah tidak sabar untuk berbincang denganku? Silakan duduklah senyaman mungkin! Agar hatimu juga bisa merasa lebih tenang!” Ratu Alena mempersilakan selir Livia duduk di sana. “Tidak perlu banyak basa-basi lagi yang mulia... Katakan saja di mana putraku? Aku berharap putraku dalam keadaan baik-baik saja!” Selir Livia menatap ratu Alena dengan sorot mata yang menyiratkan kebencian. “Justru aku yang seharusnya bertanya padamu..

