46. Takdir

1521 Kata

Selepas petang memasuki malam, pangeran Marlon mendengar berita bahwa putra mahkota Marion yang tidak lain adalah Kakak kandungnya tiba-tiba pingsan dan belum sadarkan diri. Hal itu membuat suasana hati pangeran Marlon meronta. Hal indah bersama Samantha baru saja ia lalui. Kini ia langsung dihadapkan pada persoalan lain yang menimpa Kakaknya. Pangeran Marlon berlari menuju paviliun putra mahkota Marion. Ia berlari menyusuri setiap koridor yang menghubungkan antar paviliun di dalam istana. Terlihat dari kejauhan, paviliun putra mahkota sangat ramai. Semua tabib berkumpul, Rex Alexis Leonard, ratu, hingga para menteri menunggu kabar baik putra mahkota. Napasnya masih tersengal-sengal ketika pangeran Marlon tiba di depan gerbang paviliun putra mahkota. Ia mulai berjalan menyusuri jala. Men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN