Rex Alexis Marlon terdiam sejenak. Ia mencerna dan memikirkan nasihat Hersan yang membuat hatinya bergetar untuk pertama kalinya pada sang Ratu. Siang yang melelahkan membuat Rex Alexis Marlon menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi raja di dalam ruang pribadinya. Ia memejamkan mata dan beristirahat sejenak dari rutinitas yang memforsir tenaga juga pikirannya. Rasa lelah dan rasa kantuk yang amat pekat membuat Rex Alexis Marlon tertidur di sana. Di antara kesadaran dan rasa kantuknya, Rex Alexis Marlon seakan melihat seseorang membawakan teh untuknya dan meletakannya di meja. “Alena?” Rex Alexis Marlon terbangun dari tidurnya karena merasa ada seseorang yang memasuki ruang pribadinya. “Oh... Yang mulia... Maaf jika aku lancang... Aku hanya membawakanmu teh hangat... Sebab aku meli

