Bhanu berjalan dengan tangan meremas kotak pensilnya menuju laboratorium bahasa untuk mengikuti pelajaran bahasa inggris di sana. Dharma yang sedari tadi tersenyum-senyum melihat Bhanu yang bersungut itu sesekali menegur agar Bhanu berjalan lebih pelan. “Semangat amat mau ke laboratorium, padahal biasanya lo paling males” ledek Dharma. “Sumpah gue bete sama Cecil. Mulutnya loh!” “Yah abis lo juga yang bikin gara-gara. Udah tau dia lagi cerita, lo malah melototin tuh cewek. Udah jelas-jelas Cecil mulutnya kayak kompor meleduk masih aja lo tantangin dengan gelagat lo itu.” Tukas Dharma. “Nobody cant stop her mouth if she knows something suspicious.” “Dih, mendadak pingin ngebanting Cecil deh. Gue suruh Ben balik deketin dia aja apa ya? Biar kesiksa lagi tuh anak?!” ungkap cara balas de

