Si Perayu dan Si Lugu

1081 Kata

Kemarin setelah seharian Bhanu sama sekali tidak mendekati bahkan berinteraksi dengan Yura—hanya saling menyapa dari kejauhan dan terhalangi oleh sekat-sekat laboratorium bahasa—hari ini Bhanu memberanikan diri untuk mendekati cewek itu lebih dulu. Rasanya agak berbeda. Ketika sebelum ia menyadari bahwa desiran di dadanya memang hanya terjadi ketika ia bersama Yura, dia bisa dengan bebas dan santai kala mendekati cewek itu. Tapi, sekarang rasanya aneh. Ada rasa takut dan gugup. Ini seperti hendak naik ke panggung pertunjukan namun tidak tahu apa yang harus ditunjukkan. Gugup. Dharma menyadari kegugupan Bhanu yang sedari tadi sudah mengeluarkan satu kakinya keluar dari bangku dan hendak beranjak namun terus-terusan diurungkan cowok itu. Dharma menepuk punggung Bhanu lalu berkata, “Kalo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN