Pagi ini aku sengaja pergi ke kampus lebih awal, menghindari alex dan juga peter yang katanya ingin menjemputku. Lebih baik seperti ini, tinggal mencari alasan saja kalau aku ada urusan jadi harus berangkat lebih awal, beres. Tetapi rasanya canggung juga jika hanya duduk di kantin seorang diri, banyak sekali mahasiswa yang berbeda jurusan. Aku seperti anak hilang yang sedang menunggu ibunya kembali, teman dekatku dikampus yang bernama shasa sedang dijalan katanya. Shasa adalah teman kelasku, kami terbilang sangat dekat. Sedangkan tika beda kelas denganku, aku dan tika jarang sekali menghabiskan waktu bersama jika dikampus. Berbeda jika diapartemen, kami akan berbincang berbagai hal. Drrrtt. Aku menyerngit bingung sekaligus senang, pasalnya revan menelpon melalui video ca

