part 43

880 Kata

Dengan resah marsya tidak enak hati untuk kembali ke apartemennya sendiri, ia merasa sedih akhir-akhir ini banyak membuat masalah dan tidak terbuka dengan sahabatnya, tika. Tok tok tok! Dengan cepat tika yang sedang sibuk dengan tugas kuliahnya langsung membukakan pintu apartemennya. "hai" sapa marsya mecolek dagu tika, dan langsung masuk kedalam. "masih inget pulang juga ternyata" ucap tika. "wah iya dong, aku sangat merindukan kamar dan sahabat tercintaku" jawab marsya. "oh kamar yang paling utama ya? Hm" Marsya membalikkan tubuh, menatap tika dengan raut wajah yang tak terbaca. Dan tiba-tiba saja marsya menghampiri dan memeluk tika, ia menangis tersedu-sedu. Melepaskan segala kesedihannya, tika merasa sedih dan memeluknya erat. "hey.. Kau menghilang untuk beberapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN