part 44

685 Kata

Jantung marsya selalu berdetak kencang jika mentap wajah itu, entahlah. Galang melepas genggaman tanganya dan beralih duduk dihadapan marsya, seketika gadis itu menyerngit bingung. Galang melambai dan memesan secangkir kopi hitam, entah sejak kapan ia menyukai kopi hitam marsya merasa lelaki dihadapannya benar-benar sudah bukan lagi separuh hatinya. "siapa yang menginjinkan kamu duduk disini?" tanya marsya. "tidak ada" jawab galang. "lantas mengapa duduk disini?" tanya marsya. "aku ingin ngobrol sama kamu" ucap galang. Marsya menautkan alisnya heran. "kamu sudah memiliki kekasih?" tanya galang. "kenapa?" jawab marsya. "hanya bertanya" ucap galang. Pasalnya galang tahu jika ada seseorang yang memperhatikan marsya dari jauh, lelaki itu yang selama ini sering bersama marsy

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN