“Halo, Jendra?” “Hmm?” “Juno demam, aku takut dia kenapa-napa, sekarang aku di rumah sakit WB. Kamu bisa ke sini?” suara Indira terdengar khawatir dan panic. Seketika Jendra terbangun dari tidurnya, dan menatap jam dinding yang menunjukkan pukul dua dini hari. Jendra langsung meraih dompet dan kunci mobil, lalu berlari menuju garasi mobil. Ia segera melaju menuju rumah sakit yang sudah Indira infokan. Sampai di rumah sakit, Juno harus menginap di rumah sakit sampai demamnya turun. Dokter mengatakan jika Juno terserang demam berdarah, dengan trombosit yang terus menurun. Pada usia ini, Juno memang sedikit aktif dari sebelumnya, dan entah bagaimana, anak itu bisa terkena penyakit yang sedang membuat rumah sakit penuh. Beruntung saat sampai di rumah sakit itu, Indira langsung memesan kama

