DUA PULUH LIMA: BERHUBUNGAN

1149 Kata

Embun tergopoh saat melihat jam yang melingkar di tangannya menunjukkan pukul sepuluh pagi. Padahal acara gladi resik hari ini rencananya akan dilakukan pada jam sepuluh. Kini gadis itupun tergopoh untuk untuk menuruni tangga rumahnya, Seperti biasa karena hari sabtu, kedua orangtua Embun sedang bersantai didapur. Mereka melihat ke arah tangga yang suaranya gaduh karena putri semata wayang mereka sedang berlarian menuruni tangga. Ia bahkan tidak memelakan langkahnya karena terus berlari menuju laci tempat penyimpanan kunci mobil. Tentu saja itu mengundang keheranan Awan dan Tyas. “Mau kemana sayang? Pagi-pagi udah rapi. Sini sarapan dulu,” ucap Awan melihat putri kecilnya mengerut mencari kunci mobil. “Kunci volvo Papa mana? Embun mau pinjem,” Embun berkata sambil terus mencari kunci ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN