SEMBILAN BELAS: SURE, PRINCESS

1918 Kata

Embun yang sore itu sudah berada di rumah, memakan popcorn sambil menonton film yang disediakan layanan media streaming digital. Tidak lama kemudian Tyas bergabung dengan putrinya dan menyandarkan punggungnya disofa yang terlihat sangat nyaman itu. Embun kini menyandarkan kepalanya di bahu mamanya. Tyas pun merengkuh anaknya dan membelai lembut rambut anaknya. “Pulangnya sore terus, Sayang? Gak pergi-pergi lagi sama Gavin?” tanya Tyas. “Gavin kayaknya sibuk, Ma. Aku takut ganggu kalau terus-terusan nge-chat dia pas lagi jam kerja. Apalagi dia ternyata posisinya lumayan tinggi juga di perusahaan.” “Hmm.. Eh, Mama penasaran deh, gimana kamu bisa kenal Gavin?” “Lucu banget tau, Ma. Dia kan awalnya mau interview buat posisi Manajer Keuangan gitu di kantorku, mana aku tau kalau Papinya puny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN