Bab 60

1492 Kata

Gema raungan bagai suara suara meriam yang terus melontarkan bola besi. Maria tak henti-hentinya berteriak histeris kala mendapati tubuh mulusnya, mulai di cambuki oleh seorang pria bertubuh tinggi besar nan menyeramkan. Sedangkan Atalia hanya bisa pasrah akan nasibnya. Wanita itu tak banyak tingkah selama dalam pengasingannya. Atalia justru terlihat lebih sering berdoa kala ia merasakan kegamangan hati yang kian mendera. Penyesalannya kini bagai duri tajam yang terus menghujam jantungnya tanpa jeda. Terbayang wajah teduh nan sabar sang suami, wajah dingin putra sulungnya serta sikap manja Axel. Semua bagai putaran kaset kusut di kepala Atalia. Klek Pintu ruangan Atalia terbuka oleh seseorang yang belum ia lihat dengan jelas. Minimnya pencahayaan, membuat jarak pandangnya terbatas. "S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN